Ukhuwah Islamiyah, apakah terdapat unsur pembatasan?

Ukhuwah Islamiyah seperti yang kita ketahui atau dalam pandangan umum berarti membangun persaudaraan sesama islam. Namun apa makna dari semua itu? Apakah makna ukhuwah hanya tertuju pada menjalin persaudaraan terhadap sesama yang beragama islam?. Ketika kita melihat  kata ukhuwah (persaudaraan) kemungkinan adanya terjadi berbagai pendapat yang muncul terhadapnya, seperti saja salah satu bentuk interpretasi terhadap ukhuwah (persaudaraan) bahwa mengajak seseorang atau sekelompok orang untuk bertemu yang didalamnya berisikan diskusi ataupun sekedar berbincang, membuat sebuah lembaga atau komunitas untuk hal bermanfaat dan sebagainya. Tetapi, jika ditinjau dari kata ukhuwah islamiyah ini seolah-olah membatasi persaudaraan dengan kata islamiyah yang terdapat setelah ukhuwah yang berarti persaudaraan yang didalamnya hanya terjalin hubungan sesama islam dan menolak orang-orang yang memiliki keyakinan selain islam.

            Jika ditinjau dari segi bahasa makna persaudaraan antar sesama islam itu bukan ukhuwah Islamiyah, tetapi ukhuwah baynal-muslimin/al-ikhwanul-muslimun. Sedangkan kata ukhuwah Islamiyah berjenis mawshuf atau kata yang disifati (ukhuwah) dan shifat atau kata yang mensifati (Islamiyah). Sehingga ukhuwah Islamiyah seharusnya dimaknai sebagai persaudaraan yang berdasarkan nilai-nilai islam. Seperti yang dikatakan Quraish Shihab bahwa ukhuwah islam itu berarti persaudaraan yang dilakukan secara islami, bukan berarti hanya menjalin hubungan terhadap sesame orang islam melainkan dengan orang lain walaupun mempunyai keyakinan yang berbeda dengan agama islam yang sesuai dengan anjuran syariat. Dari pendapat tersebut kita dapat ketahui bahwa islam tidak membatasi persaudaraan, walaupun adanya perbebedaan dalam keyakinan masing-masing atau agama tersendiri. Ukhuwah Islamiyah tidak sekedar persaudaraan dengan sesama orang islam saja, tetapi juga persaudaraan dengan setiap manusia Karena dalam menjalin hubungan persaudaraan mesti adanya filan tropi yang mesti kita satukan bersama, membangun sebuah cinta terhadap sesama menuju pada bentuk kekeluargaan walau tak sedarah.

            Ada berbagai cara dalam menjalin ukhuwah islamiyah. Menghidupkan toleransi salah satunya, yakni memiliki sikap saling menghargai terhadap keyakinan masing-masing dan semua ini pun terjalin karena bentuk kasih saying atau cinta yang berasal dari hati. Menghargai bentuk-bentuk keberagaaman orang-orang yang diluar keyakinan agama islam tanpa adanya saling mencacimaki dan memberikan mereka ruang untuk belajar karena kita sebagai manusia membutuhkan hal itu untuk mencapai suatu kebenaran yang mutlak dari pengetahuan yang kita dapatkan. Itulah beberapa bentuk actualisasi dalam ukhuwah islamiyah.

Penulis : Yusran Ade Putra (Departemen Kerohanian)
Tanggal Publish : 02 Agustus 2020

More info :
IG : amazonehmapnup
Website : www.hmapnup.org
Youtube : HMA-PNUP

Terlahir Untuk Satu

Hits: 55

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *